Bekukan waktu itu wahai sang pujangga!
Sajak ini saya rakamkan sewaktu perjalanan saya ke Barcelona di Museum Picasso. Khas saya tujukan buat sahabat saya yang meminati bidang jurugambar dan juga menuntut bersama-sama di kelas pengajian perubatan, University College Dublin, Ireland.
Bekukan waktu itu wahai sang pujangga gambar,
biarkan gambar lakaranmu itu mencatatkan sejarah,
untuk tontonan cucu kita,
tentang penderitaan sebuah bangsa,
tentang kesakitan pada sebuah kemiskinan yang tidak dihiraukan.
Bekukanlah waktu itu wahai sang pujangga gambar,
agar tercetus sebuah kesedaran di jiwa seorang pemuda,
agar ledakan hatinya mengalir ke darah menjadi revolusi,
Dan bangkitlah sebuah revolusi menentang sebuah korupsi.
Bekukan waktu itu wahai sang pujangga gambar,
Hentikan ia di dalam lensamu,
kerna gambar itu bisa mencerna kehidupan lampau,
yang akan mencorak masa depan bangsa kita,
Merantaulah engkau mencari kehidupan,
warnakan gambarmu dengan masyarakat ini yang derita kosong tanpa agama itu,
yang dipenuhi dengan kepalsuan seks, keselesaan perut, kelesuan intelektual seorang pemuda, kelesuan emosi seorang pemudi.
Maka sahabatku seorang pujangga gambar,
warnakan kembali sejarah bangsaku itu,
agar mereka tahu kitakan kuat dengan agama ini,
jernihkan kembali makna cinta yang lunyai dikotori mereka yang tidak erti
pada sebuah perjuangan bangsa ini.
Museum Picasso,
Barcelona
18/1/08



[...] “Bekukan waktu itu wahai sang pujangga!” [...]
Jauh lagi - are we there yet?
February 2, 2008 at 5:41 am